Wednesday, May 27, 2009

mesin-uang-online-dimulai-dari-pikiran-anda

Jauh sebelum menghasilkan uang dari internet, anda baiknya berpikir apa yang ingin anda capai dari bisnis anda. Seberapa besar bisnis online anda nanti?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, mari kita bahas kata “besar” di sini. Tentukan porsi “besar”-nya bisnis anda. Bermainlah dengan isi kepala anda. Besarnya bisnis ini yang akan menuntun anda melangkah. Merangkai jalur-jalur bisnis akan memudahkan anda mencapai tujuan bisnis.

Saat anda sudah punya misi besar untuk masa depan anda, anda tak akan ragu melangkah. Meskipun banyak tantangan yang harus anda taklukkan.

Biasanya yang terjadi begini, waktu pertama kali terjun di bisnis online anda mendapat banyak godaan. Benar, saya berani pastikan anda lebih memilih pekerjaan offline anda yang memberikan pemasukan pasti setiap bulan daripada menekuni bisnis internet.

Wajar, setiap orang yang terjun di bisnis internet tidak serta merta mendapat uang besar. Yang kita dapat hanya uang kecil pada awalnya. Selain itu, sering kali pebisnis pemula dihinggapi rasa bosan. Ketika pekerjaan anda menuntut anda untuk duduk seharian penuh di depan komputer, rasa penat pasti gampang muncul. Apalagi, setelah anda duduk ratusan jam dan belum menghasilkan uang yang lumayan.

Nah, di sini anda harus bisa mengendalikan pikiran anda. Tidak ada yang mudah di awal. Kesuksesan pasti selalu datang seiring dengan besarnya usaha yang kita lakukan. Bulan pertama lazimnya kita mendapatkan bayaran yang tidak setimpal dengan usaha, tapi tunggu saja di bulan-bulan berikutnya. Penghasilan anda akan terus meningkat tiap minggunya. Asal, prospek bisnis internet yang anda bangun cerah, masa depan anda juga ikut terang benderang. Contoh, seperti Mas Muklis yang sudah mampu membeli komputer baru dari hasil bisnis online.

Kuncinya: bukan bisnis apa yang bisa membuat anda kaya. Tapi, bagaimana membuat bisnis yang bisa membuat anda kaya raya.

Ingat, bisnis apapun bisa membuat anda kaya. Tak perlu berpikir terlalu jauh. Cari cara bagaimana target pasar anda menemukan produk anda! Itu saja sudah cukup. Selama harga yang anda tentukan bisa dijangkau oleh mereka, pastilah produk anda laris. Mempertemukan kutub “penawaran dan permintaan” ini lebih penting dan menghasilkan.

Selanjutnya, jadikan diri anda berbeda dari orang lain. Jika orang lain menganggap Rp 10 juta adalah jumlah yang besar, maka anda harus berpikiran bahwa Rp 10 juta itu kecil. Tanamkan dalam pikran anda, “dalam sekejap saya bisa menghasilkan uang Rp 10 juta.” Saat orang lain perlu waktu 1 bulan untuk menghasilkan Rp 10 juta, maka anda harus menetapkan Rp 10 juta bisa anda raih dalam waktu sehari.

Berbeda halnya jika anda menganggap Rp 10 juta sebagai jumlah yang maksimal bisa anda dapatkan, selamanya usaha anda akan terpatok di angka Rp 10 juta. Tentu anda tak mau mandeg di penghasilan nominal tertentu bukan? Tanamkan di benak anda bahwa penghasilan anda harus terus bertambah dan bertambah setiap bulan!

Satu hal lagi, saat bekerja tak perlu memantau tumpukan uang yang masuk ke rekening anda. Yang terpenting anda ikut mengalir dalam irama kerja yang sudah anda buat. Saat anda sudah menentukan besar penghasilan, uang akan masuk sendiri ke rekening anda sesuai yang anda harapkan. Ini konsep menghasilkan uang dari internet yang sering orang abaikan.

Pikiran anda akan menentukan langkah-langkah anda. Tapi, jangan lantas hanya berpikir saja. Tetap anda butuh ACTION! Kalau cuma berpikir dan berpikir, uang tak akan menghampiri anda.

Tuesday, May 26, 2009

5 Kesalahan Mendasar yang Harus Dihindari bagi Anda yang Berniat Memiliki Produk Sendiri





5 Kesalahan Mendasar yang Harus Dihindari bagi Anda yang Berniat Memiliki Produk Sendiri

By Joko Susilo

5-kesalahan-mendasar-yang-harus-diwaspadai-bagi-anda-yang-berniat-memiliki-produk-sendiriBagi anda yang sudah bergabung dengan Formula Bisnis dan Rahasia Blogging, pastinya sangat menyadari betapa penting memiliki produk sendiri. Punya produk sendiri berarti anda sedang merintis tambang uang anda.

Namun begitu, bila saya perhatikan, kadang ada produk yang baru diluncurkan tak lolos dari jeratan kesalahan-kesalahan mendasar. Apa sajakah itu? Berikut ini kesalahan-kesalahan mendasar yang tak boleh terjadi pada anda yang berniat memiliki produk sendiri.

1. Tidak melakukan riset pasar. Hanya berdasarkan intuisi atau keinginan mungkin. Lalu terburu-buru membuat produk informasi. Seharusnya, anda mulai dari meneliti pasar di internet. Bagaimana caranya? Silakan baca 6 cara meriset pasar agar bisnis internet berjalan lancar.
2. Tidak melihat peta persaingan. Di beberapa ceruk pasar mungkin tingkat kompetisinya sudah terlalu tinggi. Bila anda nekad untuk bermain di ceruk tersebut dengan persiapan seadanya, hampir bisa diprediksi kalau bisnis internet anda gagal.
3. Isi produk tidak fokus untuk konsumen. Terkadang kita terlalu asyik dengan diri sendiri saat membuat produk. Kita jadi abai dengan apa yang sebenarnya diperlukan oleh (calon) konsumen kita. Karena itu, camkan baik-baik kalimat berikut di otak anda. Saat membuat produk informasi, selalu tanyakan “apa yang mereka butuhkan? Apa gunanya bagi mereka? Apakah bagian ini bermanfaat bagi mereka?” Kualitas produk anda, seperti disebut Mas Sumartono, menjadi salah satu faktor kepuasan pelanggan.
4. Tak tahu hal-hal yang efektif atau tidak. Kalau yang ini anda akan temukan jawabannya seiring proses. Di awal, ketika anda mencoba berbisnis internet, anda belum tahu mana tempat beriklan yang efektif untuk produk anda, bagian mana dari halaman anda yang perlu diubah dan berefek terhadap penjualan, dan keyword apa yang paling banyak mendatangkan penjualan. Namun sering proses bisnis internet anda, anda akan temukan jawabannya.
5. Akhirnya marketing intinya. Ketika produk anda sudah jadi, pada akhirnya soal marketing yang berbicara. Banyak sekali mungkin produk yang bagus, namun tak jadi laris manis karena marketingnya tak jalan. Atau mungkin jalan, namun setengah-setengah. Atau langkah marketing jalan, namun jalan marketing yang diambil keliru.

Soal marketing pada intinya sederhana: “anda membawakan produk yang tepat pada orang yang tepat, dengan cara yang tepat, dan dalam waktu yang tepat!”

Wednesday, May 20, 2009

10 CARA MEWNINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA


Menjadi lebih produktif sudah tentu menjadi keinginan anda. Sayangnya, sering kali tak banyak yang bisa melakukannya.

Mungkin sering banyak halangan, baik dari dalam diri maupun dari luar, yang menghambat kerja anda. Sehingga apa yang anda lakukan menjadi tidak efektif.

Tidak efektif menyebabkan anda tidak produktif. Padahal, kita semua tahu kalau produktivitas berhubungan dengan kesuksesan anda.

Bagaimana solusinya?

1. Tuliskan rencana kerja anda. Sebaiknya tulis di kertas atau papan yang mudah terlihat. Bukan di alat elektronik seperti handphone. Dan dalam setiap daftar rencana kerja anda, tentukan prioritas kerja anda. Buat prioritas dari yang menurut anda paling penting sampai yang kurang penting.
2. Tuliskan aktivitas yang harus anda hindari. Selain memiliki daftar pekerjaan yang harus anda lakukan, tuliskan juga aktivitas tidak produktif yang harus anda hindari. Misalkan nonton televisi tanpa kenal waktu. Dan berjanjilah anda tak melakukan aktivitas-aktivitas tersebut sebelum pekerjaan-pekerjaan anda selesai.
3. Lakukan pemanasan. Sebagian orang kadang memerlukan pemanasan sebelum bekerja. Misalnya dengan minum kopi atau teh terlebih dulu. Bila anda termasuk orang yang memerlukan pemanasan sebelum beraktivitas, lakukan saja. Yang penting, itu bisa membuat anda lebih enjoy dalam bekerja.
4. Fokus pada apa yang anda kerjakan. Satu pekerjaan, satu waktu! Sulit kalau anda melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan. Sebab fokus anda akan terbagi. Mulai dari tugas prioritas anda. Pusatkan perhatian dan konsentrasi anda untuk mengerjakan pekerjaan tersebut sebaik-baiknya. Jangan berpindah ke pekerjaan lain sebelum selesai. Ingat, fokus!
5. Tetapkan batas waktu. Ini akan mendorong anda untuk mengerjakan setiap pekerjaan dengan cepat.
6. Tandai pekerjaan yang selesai. Setiap daftar pekerjaan yang sudah selesai, tandailah. Boleh dengan memberi centang atau mencoretnya. Ini akan memacu anda untuk segera menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan berikutnya.
7. Ambil istirahat. Tentukan waktu untuk beristirahat. Misalkan setiap dua jam sekali anda mengambil istirahat 15 menit. Ini bisa anda gunakan untuk meregangkan otot atau meminum teh hangat.
8. Belajar membaca cepat. Tingkatkan terus kecepatan membaca anda. Tips membaca cepat seperti disampaikan di blog Fikrul Mustanir.
9. Mengetik lebih cepat. Maksimalkan kesepuluh jari anda dan hapalkan shortcut khusus yang akan membantu anda mengetik lebih cepat.
10. Patuhi peraturan anda. Rencana-rencana kerja yang sudah anda buat tadi bukan hanya untuk dipajang saja. Patuhi dan lakukanlah dengan sebaik-baiknya.

Melakukan ke-10 cara di atas dijamin produktivitas kerja anda akan meningkat drastis. Buktikanlah!

Salam ACTION!

BY Joko Susilo ST

Tuesday, May 12, 2009

What's your dream?

What's Your Dream?
Secret of Leadership - One of the great secrets of leadership is that God didn't design people to do what they are told. We're all designed to follow the desire of our heart. We can not teach anyone one "how to" until we know "what to." It's a Kingly value system that we'll be teaching this weekend in Sebring. We all need to know three things about those around us:
1.What's your dream?
2.What's the next step?
3.How can I, or someone I know, help you take the next step?
Friends should be asking these questions. Leaders must ask them. Leadership, both in the church and secular management, was built around the philosophy of articulating a vision and getting everyone to sign up... be committed, obey the vision, serve the corporate goal, be in unity around the larger purpose. It's not a bad philosophy, it just works better with robots than people.
People that do serve in someone else's vision are often happy to do so until they mature spiritually to the point that they can see their own. Often spiritual maturity usually takes a path through being faithful in that which is another man's before we receive our own. It's a good thing unless you get stuck there.
12 And if ye have not been faithful in that which is another man's, who shall give you that which is your own? 13 No servant can serve two masters: for either he will hate the one, and love the other; or else he will hold to the one, and despise the other. Luke 16:12-13 KJV
The foundation - Why don't we normally ask those three questions? Our tradition is that we believe we're servants waiting on God to move sovereignly or guide us to take the next step. The core of our identity is obedient servants that wouldn't dare have an independent dream. Our very identity is at war with our heart's desires. In fact, many believers can't tell you their heart's desires because they have denied them as carnal for so long. Listen to what Jesus said regarding this topic.
I no longer call you servants, because a servant does not know his master's business. Instead, I have called you friends, for everything that I learned from my Father I have made known to you. 16 You did not choose me, but I chose you and appointed you to go and bear fruit — fruit that will last. Then the Father will give you whatever you ask in my name. 17 This is my command: Love each other. John 15:14-17 NIV
Identity change - We're God's friends. We play a role is designing our own destiny. It's through those conversations with the Father that we offer up our heart's desires and make decisions to pursue them. Jesus is also making known to us what the Father is doing to build the Kingdom. That's relevant. I love to release Kings because it's both the desire of my heart and the desire of the Father's heart.
Authority - When we give ourselves permission to pursue a dream and "determine" a course, our subconscious lines up to work with us instead of sabotaging our efforts. Religious people are internally conflicted and usually working against their own heart's desires out of obedience. Kings have an internal alignment that gives them authority and creativity. New ideas and opportunities flow toward those who are not double-minded.
The second level of alignment is with the Father. We're doing what we are designed to do plus we're flowing with what the Father is specifically doing in the present season. The result is fruit that lasts. The things we work on have a real effect and we sense the Father saying "well done" when we're finished.
Jesus simply states, "The Father will give you whatever you ask in my name." That's an amazing statement that servants just don't get. You have to be a King to ask for the desires of your heart.
Love each other - The capstone of all ministry and encouragement is love. When you help another brother or sister get in touch with the desires of their heart, you're raising them from servant to friend. It feels so good to talk to the Father and play a role in the Kingdom doing what the Father is doing. Finding out that our heart's desires are mapped right into God's plan is a jailbreak kind of revelation upon which reformations are built... and parties are started. I love this stuff. I love living the life it produces. It's FUN.
John and Sue www.Releasing-kings.com

Saturday, April 4, 2009

KINGS - MINISTRY OUTSIDE THE BOX


Kings - Ministry Outside the Box
Will I ever graduate? - One of the principles of leadership is learning to make others successful to the extent that they exceed your own achievements. Greatness is defined by the accomplishments of your sons - those you lead.
Similarly, good government is self-restrained in the sense that it provides the legal environment for society to flourish; for entrepreneurs and educators and the arts and a free press to prosper. Too much control or involvement by government is oppressive. Too little can be chaotic.
"My reading of history convinces me that most bad government results from too much government." Thomas Jefferson
The institutional church is the same way. A great pastor isn't just defined by the seating capacity in the building, but by the sending capacity in His congregation. Churches should grow. We should continually plant more churches and deploy more pastors. However, "church" isn't really the goal; it's simply a means of equipping the saints to minister in the Kingdom outside the church and in the marketplace. Most Kings haven't grasped this simple concept yet so they are emotionally trying to stay under the covering of their pastor... and, most pastors haven't seen the genius of releasing Kings into the marketplace. They are prone to view those ministries as extensions of the church. We haven't theologically seen the distinction between the church and the Kingdom. Let me share three examples
#1 Barak - Judges 4 and 5 records the story of Deborah, a prophetess, telling Barak a military leader (King) to take 10,000 men and fight the army of Sisera and break the yoke of oppression off Israel. Israel was overmatched militarily. Listen in on the conversation between this priestly ministry and a King.
Barak said to her, "If you go with me, I will go; but if you don't go with me, I won't go." "Very well," Deborah said, "I will go with you. But because of the way you are going about this, the honor will not be yours, for the LORD will hand Sisera over to a woman." Judg 4:8-9 NIV
A prophetic ministry is confirming an opportunity for a King but Barak won't give himself permission to step out on his own. Deborah is a model of great leadership in the sense that she tried to convince him to become a mighty man and receive the credit. But, Barak declined and Deborah had to go with him. Why the hesitancy in Barak? He simply didn't understand the importance and significance of His own ministry as a King... neither do we - yet!
#2 Lunch - Our city started a marketplace luncheon that I was invited to. The leader explained he took his initiative to the local pastors and they welcomed the concept of doing something outside the church. He, in turn, requested that one of the pastors come a speak at each gathering. So now Kings can gather monthly and pay $15 to hear one more sermon a week - this one was on avoiding sin. There was also a presentation on how the pastors have organized an outreach in the community to assist the city officials and undertake local projects to improve the image of the church in the community. These are good things and speak well of the pastors in our community. They also speak volumes about the "Barak" in our local Kings. They will assist, but they won't lead so the pastors have to do it for them. I'm sure it will change over time - it's just the current state of the union between priests and Kings.
#3 A school - Our local community has a significant emphasis on science and engineering. There are many technical companies that employ thousands of degreed professionals. Several Kings in our community got a burden to start a school that emphasized math, science, and creativity in a new charter high school. It opens this fall and already has twice as many applicants as openings (several hundred I believe). Kids that attend this school will have a huge opportunity to network with community professionals in real jobs. It's very obvious the school will have a big impact on the next generation. You can feel the applause of heaven just reading about it in the newspaper.
What It could be - Right now you should be asking, "OK wise guy, how do you think it should work?" Dream with me and we'll take a run at that question?
1. The first thing I would like to do is convince Kings in the marketplace that God has called them to a totally different level of influence in the Kingdom that goes far beyond the the scope of the local church (as per our third example). Then, I would like to hear their answers and their dreams concerning our question... How should this work?... What would you like to do? What is your heart's desire?
2. The marketplace lunch was attended by a lot of older Christians that really are prosperous and influential in our community. We had elected officials, the publisher or our local paper, and many businesses represented. Those folks have the ability to mentor the next generation to become Kings in a very practical sense. Kings are not made by sermons on Sunday; they are released by other Kings operating in the same mountain in a mentoring relationship. Many of them are already mentoring their employees. I would like to add a turbocharger to the process.
3. I would like to see pastors take credit for equipping and releasing Kings into ministry and understand the limitations on the scope of their own ministry. As a pastor, I thought I was one of the spiritual gatekeepers in the city and tended to view businessmen as second class citizens in the Kingdom. The reality is that Kings operating in the marketplace have always spearheaded the major initiatives God has desired to accomplish in the Kingdom (Old Testament and New). Priests have always had a supporting role to equip and release. We've had the roles reversed!
4. Church outreach ministries like the one in our own community are programs conducted on overtime with spare change. We take offerings and work weekends to help the poor, clean up a neighborhood or build a few houses. It is a good example. It does not touch the problem or change the community in any significant way - it's strictly image dressing with no sustainability (profit); a prototype of the real thing. We need Kingly ministries that will teach people to fish instead of giving them fish. We need to mentor new believers on how to work hard, make money at a job, and then how to multiply finances and really become generous and make a difference in every mountain... local government, education, media and business. We need to help people come to grips with their dream and connect with real-world opportunities. It's not the job of pastors in churches; it's a job for Kings that will make money doing it, get city-changing results, and have fun in the process.
5. I'm waiting for a King that will find the poorest, most run down block in his city and buy the whole thing. Next he would remodel the houses and break poverty off the people and change that block into God's image so he could start on the next one. On the second round he would use some of the changed people on the first block so he could tackle 5 blocks at a time. Did I forget to mention that our King would make money and release Kings in the process? (Write and tell me someone is already doing this.)
Homework - Send me your dream or real-world examples of how Kings can answer the question, "Father, how will your Kingdom come to our city?" The answer...through Kings!
So He said to them, "When you pray, say: Our Father in heaven, hallowed be your name. Your kingdom come. Your will be done on earth as it is in heaven. Luke 11:2 NKJV
"I tell you the truth, whatever you bind on earth will be bound in heaven, and whatever you loose on earth will be loosed in heaven. 19 "Again, I tell you that if two of you on earth agree about anything you ask for, it will be done for you by my Father in heaven. 20 For where two or three come together in my name, there am I with them." Matt 18:18-20 NIV



We're Dancing,

John and Sue www.Releasing-kings.com

Tuesday, March 31, 2009

Opportunity is knocking


Opportunity is Knocking
Last week (Why the Sky Is Not Falling) we talked about the current recession as a normal economic rest cycle. This week, let's extend that theme to our response during times of stress.
Escapism - Lot's of good Christians sincerely believe Jesus could return soon and that "the end" of the world will coincide with disaster for nations and rapture for believers. I used to be one of them. It's been popular in the west for the last 40 years because prophecy can be a little like newspapers - bad news sells. Harold's book Victorious Eschatology is a great cure for those excesses. The popular sequence of future events in the West has little to do with a balanced view of scripture. Very few believers have a sound working understanding of Biblical prophecy. Most are even ignorant of the alternative views. I want to step back from the morass of theories about the future and take a macro view of how we respond to trauma and how we should respond.
The Future is Open - If my perspective is that God controls the future, I'll naturally be inclined to credit God with things like recessions. Next I would naturally assume that God must be judging my nation for it's sins.... and my response to that assumption is to emotionally withdraw from solving problems and facing issues in the marketplace. Why would I resist the judgment of God?
The net result is three things: 1) whenever things go wrong the entire Christian community disappears; immobilized in introspection, fear and theories on which evil is invoking His wrath. 2) We also become like the God we serve - judgmental. And 3), we scatter like mice every time the lion roars... off to the mountains with our water filters and canned goods (or) we at least retreat back inside the four walls of the church to remain safely in holy poverty.
Be self-controlled and alert. Your enemy the devil prowls around like a roaring lion looking for someone to devour. Resist him... 1 Peter 5:8-9 NIV

Discernment - Certain veins of the prophetic movement contribute to this process of fear and withdrawal from the marketplace. Once we embrace a theology of fear and judgment there is a realm in which sincere believers with a prophetic gift can tap into a false anointing. That's why prophecy needs to be judged - it's occasionally wrong! In fact, a simple search under "false" is amazing! The Bible talks about false prophets, false testimony, false witnesses, false apostles, false teachers, and false doctrine. The prophetic unction can feel real but the prophecy gets filtered through a false bias. The best lies are 90% true. Keep in mind that these brothers and sisters are usually saved and are often our friends. Instead of branding them as heretics, we should simply discern the prophetic flow and help them bring it back into balance.
The bottom line is that prophecy can tap a realm where it degenerates into predicting the will of the enemy. It is true that Satan would like to underwrite conspiracies to destroy nations and ruin cultures and economies. It's also true that believers can get totally consumed with worry about conspiracy theories and focus too much on what the enemy is doing. We're not ignorant of his devices, but our focus is on Jesus and what He's doing in the Kingdom. We're really part of a larger conspiracy being conducted by the Holy Spirit to fill the earth with God's glory and bless the nations. We have a better conspiracy with a greater anointing, having more power... and a guarantee that we win in the end.
Mighty men - Right now the typical Christian financial counsel would be to get out of debt and prepare for the worst by setting aside some provisions (financial or otherwise). I want to suggest something different. This season represents the opportunity of a lifetime for both ministry and business opportunities and investment returns. Adopt the view that the future is partially open and that God is not behind the scenes orchestrating disasters. He's looking for men and women that will rise up and make a difference in every mountain and actually shape the future according to Godly purposes. The enemy would like us to withdraw from our society in fear, but the Holy Spirit is inviting us possess our inheritance and experience the most fruitful period of our lives. If you can see them, opportunities are all around waiting for us to take initiative.
Making a difference - I'm not a blind optimist. Bad things can happen. Our economic situation could get worse. My point is that we're here to overcome evil with good. It's time to get to work and offer solutions that will put our nations, cultures and communities on God's track. We're here to reverse recessions and cause revivals. We don't just pray for results, we are the agents for change that bring the results. Prayer isn't what we do; it empowers what we do.
"All that is necessary for the triumph of evil is that good men do nothing." (Edmund Burke)
I have given you authority to trample on snakes and scorpions and to overcome all the power of the enemy; nothing will harm you. Luke 10:19

Be not overcome of evil, but overcome evil with good. Rom 12:21 KJV

I write to you, young men, because you have overcome the evil one. 1 John 2:13 NIV

I write to you, young men, because you are strong, and the word of God lives in you, and you have overcome the evil one. 1 John 2:14 NIV
Step away from the fear - Our salvation and future are so secure that we're not trying to save our lives, we're trying to spend them for maximum Kingdom impact so that we multiply in every area. We're not suicide bombers, we are conquerors having fun... more than conquerors, we're deliverers that set captives free into the same jail-break kind of liberty we live in every day. When we face a tough situation or even a defeat, we tap the power of His resurrection and come out smelling like a rose. We are God's means of shaping the future in His image.
For whoever wants to save his life will lose it, but whoever loses his life for me will find it. Matt 16:25 NIV
No, in all these things we are more than conquerors through him who loved us. Rom 8:37

And we know that God causes all things to work together for good to those who love God, to those who are called according to His purpose. Rom 8:28 NASU
Think about it - you can't kill a Christian!... must discouraging for the enemy? He can't even inflict a permanent setback.
The seventy-two returned with joy and said, "Lord, even the demons submit to us in your name." 18 He replied, "I saw Satan fall like lightning from heaven. 19 I have given you authority to trample on snakes and scorpions and to overcome all the power of the enemy; nothing will harm you. Luke 10:17-19 NIV

John and Sue www.Releasing-kings.com

Monday, March 16, 2009

BAGAIMANA MEMBANTU ANAK-ANAK KELAPARAN


BAGAIMANA MEMBANTU ANAK-ANAK YANG KELAPARAN

Untunglah hanya sedikit orang Kristen yang memiliki prasangka buruk
bahwa orang yang lapar adalah orang yang terlalu malas bekerja. Yang
masih belum jelas dan perlu kita pikirkan adalah apa penyebab
kelaparan itu.

Penyebab kelaparan tidak berdiri sendiri. Kelaparan bukan keadaan
yang terjadi satu kali, misalnya akibat dari kurangnya hujan
(kekeringan) atau gagalnya panen (paceklik) saja. Lebih dari itu,
kelaparan berhubungan dengan beberapa faktor yang saling berkaitan,
meliputi perang, buta aksara, sakit penyakit, air kotor, tekanan
pemerintah, penyalahgunaan narkoba, kerusakan lingkungan, perumahan
kumuh, keterbelakangan pendidikan, dan kriminalitas -- ini hanyalah
beberapa contoh kecil.

Ironisnya, angka statistik terbesar penyebab kelaparan berkaitan
dengan anak-anak yang terabaikan. Jeff Sellers, dalam majalah "World
Vision", meringkas fakta memilukan tersebut seperti di bawah ini.

* Anak-anak selalu menjadi korban perang. Namun pada dekade terakhir
ini, terjadi peningkatan jumlah anak-anak, sebagian masih berusia
delapan tahun, yang diberdayakan untuk ikut berperang seperti
layaknya tentara di tengah banyak konflik.

* Obat-obatan dan minuman keras telah memberi dampak buruk terhadap
kehidupan anak-anak di pedesaan, pinggiran kota, bahkan
kota-kota di seluruh dunia. Obat-obat terlarang adalah penyebab
utama timbulnya penyakit pada bayi-bayi, anak-anak, dan
orang-orang dewasa yang hidup di kota-kota di Amerika Serikat,
menurut Steve Joseph, Komisaris Departemen Kesehatan Kota New York
(New York City Health).

* Jutaan anak kehilangan kesempatan untuk memeroleh pendidikan yang
layak karena mereka harus bekerja membantu menghidupi keluarga.
Mereka sering dieksploitasi dan dipaksa bekerja dalam situasi yang
kurang aman dengan upah kecil. Di beberapa negara, anak-anak lebih
banyak dicari untuk dipekerjakan ketimbang orang dewasa yang tidak
punya ketrampilan. Alasannya, orang dewasa lebih sulit
diintimidasi dan cenderung menuntut kondisi yang lebih baik.

* Sebanyak seratus juta anak mungkin hidup di jalan-jalan di
perkotaan di seluruh dunia. Sebagian besar tidak memiliki
keluarga. Beberapa anak ditelantarkan begitu saja; lainnya lari
dari rumah karena dianiaya dan diabaikan.

* Enam penyakit yang dapat dicegah -- cacar air, batuk akut,
difteri, TBC, polio, dan tetanus -- menjadi penyebab kematian
jutaan anak setiap tahun. Banyak juga anak-anak yang meninggal
karena dehidrasi (padahal mudah diobati dengan gula dan air).

* Di beberapa negara, hanya segelintir anak yang mengenyam
pendidikan selama beberapa tahun. Anak perempuan dan anak-anak
cacat bahkan hampir tidak mendapat kesempatan memeroleh
pendidikan. Hal inilah yang menutup kesempatan bagi mereka untuk
menjadi orang dewasa dan memenuhi kebutuhannya sendiri.

Kini, kebutuhan untuk merawat mereka sangatlah mendesak dan penting
untuk dilakukan. Anak-anak yang menderita kekurangan gizi akan
tergantung pada perawatan orang lain selama hidupnya karena
kerusakan otak yang terjadi akibat absennya nutrisi utama selama
masa-masa penting pertumbuhan mereka.

Setiap hari, lebih dari 40.000 orang meninggal akibat
masalah-masalah yang berkaitan dengan kelaparan. Saat ini, negara
Afrika menjadi tempat yang paling memprihatinkan karena 20 juta
orang di sana, di Ethiopia, Sudan, Mozambik, dan Angola, terancam
kelaparan. Namun, kemiskinan juga ada di dekat kita. Lebih dari 32
juta orang Amerika hidup di bawah garis kemiskinan -- 40% di
antaranya adalah anak-anak -- dan sebanyak 4 juta orang Amerika
tinggal di jalanan. Beberapa angka statistik menggambarkan
kemiskinan di Amerika.

Pada tahun 1989, para wanita yang kecanduan obat-obatan melahirkan
375.000 bayi; 470.000 bayi dilahirkan oleh ibu usia remaja yang
belum bekerja dan tanpa ayah. Dua puluh lima persen dari seluruh
wanita hamil tidak mendapat perawatan menjelang proses persalinan,
sementara Amerika Serikat menduduki peringkat ke-18 sedunia dalam
hal kematian bayi. Dua puluh lima persen murid SMU putus sekolah
sebelum lulus dan 75%-nya tidak mampu menulis surat lamaran
pekerjaan. (Gordon Aeschlimamn, GlobalTrends, Downers Grove, Ill.:
Intervarsity Press, 1990).

Jelas, dunia yang kelaparan ini memerlukan respons yang utuh dan
cerdas dari orang-orang Kristen. Kita beruntung karena Tuhan tidak
hanya memberi kita hati yang penuh belas kasihan, namun juga kepala
yang dapat berpikir dan kemampuan yang mampu mengimbangi
tantangan-tangangan tersulit dalam memerangi kelaparan.

1. "Mensponsori" Anak

Mensponsori anak mungkin merupakan respons paling lazim yang
telah kita pahami dalam menghadapi kelaparan. Dengan sangat ahli,
beberapa organisasi dikelola untuk memenuhi kebutuhan orang-orang
yang tiba-tiba terjebak dalam tragedi kelaparan, banjir, gempa
bumi, atau perang. Organisasi-organisasi yang sama itu juga
melaksanakan proyek pengembangan jangka panjang yang dikerjakan
bersama-sama dengan masyarakat yang membutuhkan. Dengan 18 -- 30
dolar, Anda dapat membantu memberikan segala nutrisi, pendidikan,
dan perawatan kepada seorang anak di Afrika, Asia, atau Amerika
Latin, yang tentu saja dibutuhkan mereka di kemudian hari.

Hanya sedikit dari kita yang mengenali anak yang kelaparan secara
pribadi. Kelaparan merupakan tragedi tak dikenal yang nampaknya
jauh dari lingkungan di sekitar kita. Bahkan, kita tidak dapat
membayangkan anak tetangga kita sekarat karena kelaparan. Program
sponsor anak dapat membantu kita melontarkan pertanyaan mendasar,
Apakah saya mengetahui nama orang yang kelaparan? Hal ini
merupakan sesuatu yang sangat pribadi. Keuntungan paling besar
dari program sponsor anak (selain kebutuhan anak yang jelas dan
mendesak) adalah bahwa sang sponsor menerima foto anak, lengkap
dengan nama dan asal usulnya. Mengenali anak yang kelaparan
secara pribadi membuat kita menyadari dengan lebih serius dampak
yang ditimbulkan oleh kelaparan bagi dunia. Jika Anda tidak
mengetahui nama-nama orang yang kelaparan, pertimbangkan untuk
bergabung dalam program sponsor anak.

2. Anak Asuh

Terdapat sekitar 325.000 anak asuh di Amerika sekarang ini.
Sebagian besar dari mereka adalah korban kekerasan, baik
pelecehan seksual maupun kekerasan emosional, kehilangan orang
tua karena meninggal, atau kemiskinan yang membuat orang tua
tidak mampu lagi merawat anak-anaknya. Beberapa dari anak itu
dilahirkan oleh para remaja yang hamil dan menolak untuk aborsi.

Kita harus bertanya, "Ke mana perginya anak-anak itu?" Seorang
anak asuh berada di bawah perwalian pengadilan, maksudnya anak
tersebut secara hukum dipelihara oleh negara. Pengadilan akan
memutuskan ke mana anak-anak tersebut akan pergi, dan sayangnya,
hanya ada 125.000 keluarga di Amerika yang mau membuka pintu
rumah mereka. Seharusnya tidak demikian. Ada satu gereja di
Amerika bagi setiap anak asuh. Orang-orang Kristen bisa
menjangkau dan melayani "orang-orang yang terabaikan itu".

Memelihara anak asuh jelas lebih menyita waktu dan energi
dibandingkan program sponsor. Namun jika orang-orang Kristen
mengatasi kebutuhan ini bersama-sama, anak-anak itu bisa
mendapatkan keluarga yang menyenangkan. Lakukan pendekatan
terhadap badan penggembalaan gereja Anda dan ungkapkan gagasan
mengenai anak asuh ini sehingga gereja menyetujuinya dan memberi
kesempatan untuk mengasuh paling tidak satu anak. Karena
pengasuhan anak merupakan suatu keputusan penting yang harus
diambil oleh sebuah keluarga, maka gereja bisa saja membentuk
komite yang dianggotai oleh orang-orang yang tertarik dengan
masalah pengasuhan anak. Tugas komite tersebut termasuk
menyediakan bantuan nyata bagi keluarga yang mengasuh anak
tersebut. Anggota komite bisa juga mengajukan diri untuk mengasuh
anak.

Cari informasi di kantor pemerintah lokal di daerah Anda, pusat
terapi, atau gereja mengenai pengasuhan anak. Masing-masing
negara memiliki aturan dan prosedur sendiri-sendiri.

3. Adopsi

Mengadopsi anak merupakan bentuk bantuan paling tinggi yang bisa
diberikan bagi anak, tapi jelas memberikan tuntutan yang paling
besar bagi keluarga yang bersangkutan. Contohnya, ribuan anak
Amerika Utara tidak akan pernah memiliki ayah atau ibu. Mereka
hanya akan berpindah-pindah dari satu keluarga asuh ke keluarga
asuh yang lain sesuai persyaratan yang ditentukan pengadilan
sampai mereka berusia delapan belas tahun. Pada dasarnya, mereka
adalah yatim piatu. Rasul Yakobus mengatakan bahwa memelihara
yatim piatu adalah ibadah yang murni. Bentuk pelayanan kepada
sesama ini mencerminkan agungnya kelemahlembutan dan belas
kasihan hati Allah bagi manusia. Bapa Surgawi kita begitu peduli
dengan kondisi anak yatim piatu yang memprihatinkan.

Mungkin Tuhan menggerakkan Anda untuk mengadopsi anak. Jika Anda
terdorong mengikuti tuntunan Allah itu, ada beberapa hal yang
bisa Anda lakukan untuk memulainya. Bertanyalah dengan orang tua
yang sudah pernah mengadopsi anak. Anda akan mendengar banyak
kisah sukses yang membahagiakan serta kesulitan dan kegagalan.
Baca kisah-kisah tersebut di perpustakaan di daerah Anda, minta
kepada kantor departemen sosial di daerah Anda untuk mengatur
pertemuan dengan staf yang bertanggung jawab dalam bidang adopsi
di bawah pengawasan negara. Adakan tanya jawab dengan badan
pengadopsian anak dan berbicaralah dengan anak yang akan Anda
adopsi. Bertanyalah kepada Allah, semampu Anda, untuk mengerti
apakah Anda dan pasangan Anda memang terpanggil untuk mengadopsi
anak. Keputusan Anda ini penting dan harus datang dari lubuk hati
yang paling dalam karena keputusan ini harus lebih banyak
menguntungkan pihak anak. Mintalah keterangan juga tentang
beragam pengeluaran yang berkaitan dengan pengadopsian anak.

Jika Anda merasa ini adalah pimpinan Tuhan bagi Anda, bertanyalah
kepada pegawai pemerintah mengenai aturan-aturan mengadopsi anak
di daerah Anda. Mereka, dan mungkin beberapa gereja di daerah
Anda dapat memberi informasi tentang organisasi pengadopsian anak
yang memiliki reputasi yang baik. Pertimbangkan apakah Anda
bersedia mengadopsi anak keturunan campuran atau anak yang
memiliki sedikit cacat tubuh. Seperti yang kami sarankan dalam
pembahasan tentang anak angkat, cari tahulah apakah gereja lokal
Anda akan bersedia membentuk kelompok pendukung yang dikhususkan
untuk membantu Anda dan pasangan Anda saat melakukan keputusan
penting ini. (t/Setyo)

Diterjemahkan dari:
Judul Buku: 50 Ways You Can Feed a Hungry World
Penulis: Tony Campolo dan Gordon Aeschliman
Penerbit: Intervarsity Press, Illinois 1991
Halaman: 9 -- 11 dan 45 -- 50